TUGAS
Manajemen
Kelas Di SD
Tahapan
Penanggulangan Disiplin Kelas

Restu Kurnia Illahi
1620239
7 F
Dosen
Pengampu:
Yessi Rifmasari, M.Pd
PENDIDIKAN
GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA PADANG
2019
TAHAPAN PENANGULANGAN DISIPLIN KELAS
A.
TINDAKAN
PREVENTIF
Tindakan preventif
merupakan tindakan guru dalam mengatur pesera didik dan peralatan serta format
pembelajaran. Dikatakan
secara preventif apabila upaya yang dilakukan atas dasar inisiatif guru untuk
menciptakan suatu kondisi dari kondisi masa menjadi interaksi pendidikan dengan
jalan menciptakan kondisi baru yang mengguntungkan bagi prosese belajar
mengajar. Hal ini dapat berupa tindakan, contoh pemberian informasi yang dapat
diberikan kepada siswa sehingga akan berkembang motifasi yang tinggi, atau agar
motifasi yang sudah baik itu tidak dinodai oleh tindakan siswa yang menyimpang
sehingga mengganggu proses belajar menggajar dikelas.
Keterampilan yang behubungan dengan
kompetensi guru dalam mengambil inisiatif dan mengendalikan pelajaran ini,
dapat ditunjukkan melalui sikap tanggap guru, bahwa guru hadir bersama anak
didik. Guru tau kegiatan mereka memperhatikan atau tidak seolah olah mata guru
ada dibelakang kepala, sehingga guru dapat menegur mereka walaupun sedang
menulis dipapan tulis.
Langkah-langkah Preventif dalam
Mengelola Kelas
Langkah-langkah
preventif dalam mengelola kelas, antara lain:
1.
Peningkatan
kesadaran guru sebagai seorang pendidik
Dalam kedudukannya sebagai
seorang pendidik, guru harus sadar bahwa dirinya memiliki
rasa’’handharbeni’’(rasa peduli terhadap kelas dengan segala isinya) dan
bertanggung jawab terhadap proses belajar mengajar. Guru menyadari kebutuhan
anak didik dan memiliki kemampuan dala memberi petunjuk secara jelas kepada
anak didik demi kemajuan mereka dalam belajar. Sebagai seorang pendidik, guru berkewajiban mengubah
pergaulanya dengan siswa sehingga pergaulan itu tidak hanya berupa interaksi
biasa tetapi merupakan interaksi pendidikan. Agar interaksi itu bersifat
sebagai interaksi pendidikan, maka seorang guru harus dapat mewujudkan suasana
yang kondusif yang mengundang siswa untuk masuk berperan serta dalam proses
pendidikan.
2.
Peningkatan
Kesadaran Siswa
Apabila kesadaran diri guru sebagai
seorang pendidik sudah
ditingkatkan, langkah kedua kemudian berusaha meningkatkan kesadaran siswa akan kedudukan dirinya dalam proses
pendidikkan. Langkah
yang kedua yang harus dilakukan seorang guru adalah meningkatkan kesadaran siswa akan dirinya terutama tentang
pertimbangan akan hak dan kewajiban. Dengan menyadari akan hak dan kewajiban
tersebut diharapkan sisiwa akan mengendalikan dirinya dari tindakan dan tingkah
laku yang menyimpang yang akan mencemari suasana pendidikan. Upaya penyadaran
ini adalah tanggung jawab setiap guru, karna dengan kesadaran siswa yang tinggi
akan perananya sebagai anggota masyarakat sekolah, akan menimbulkan suasana
yang mendukung untuk melakukan proses belajar mengajar.
3. Penampilan sikap guru
Upaya penciptaan suasana yang
mendukung proses pendidikan harus dilakukan dengan inisiatif. Inisiatif guru
itu diwujudkan dalam interaksinya dengan siswa-siawa yang dilambari dengan
sikap tulus dan hangat.
4. Pengenalan terhadap tingkah laku
siswa
Seorang guru hendaknya mengenal
tingkah laku siswa. Pengenalan akan tingkah laku ini dalam kaitannya dengan
pengelolaan kelas. Tingkah laku siswa yang harus dikenal adalah tingkah laku
baik yang mendukung maupun yang dapat mencemarkan suasana yang diperlukan untuk
terjadinya proses pendidikan. Tingkah laku tersebut dapat bersifat perseorangan
ataupun kelompok.
5. Penemuan alternatif
pengelolaan kelas
Setelah seorang guru dapat
menyelidiki berbagai tingkah laku siswa, baik yang mendukung maupun yang
mencemarkan suasana pendidikan, maka selanjutnya berusaha menetapkan alternatif
pengelolaan kelas yang akan dilakukan. Upaya pengelolaan itu diarahkan untuk
mempertahankan dan menghidupkan tingkah laku siswa yang mendukung suasana
pendidikan, tentunya akan berbeda dengan upaya pengelolaan kelas yang diarahkan
untuk mencegah timbulnya tingkah laku yang akan mencemarkan suasana pendidikan
itu.
6. Pembuatan kontrak social
Langkah terakhir adalah pengaturan
tingkah laku dengan menggunakan norma atau nilai. Norma atau nilai itu
diharapkan akan menjadi landasan tindakan yang akan berfungsi untuk
mempertahankan kehadiran tingkah laku siswa yang mendukung maupun untuk
mencegah tingkah laku sosial, pada hakikatnya adalah norma yang dituangkan
dalam bentuk peraturan atau tata tertib kelas baik tertulis maupun tidak
tertulis, yang berfungsi sebagai standar tingkah laku bagi siswa sebagai
individu maupun sebagai kelompok. Maka diperlukan rekonstruksionis interpretasi
agama untuk memperbaiki hubungan peradaban modern dengan Islam.
Kontrak
sosial yang baik adalah benar-benar dihayati atau dipatuhi sehingga menimalkan
terjadinya pelanggaran. Untuk mencapai hal tersebut, kebiasaan membuat
peraturan atau tata tertib dari atas nampaknya tidak menguntungkan. Kontrak sosial yang dipergunakan
dalam upaya pengelolaan kelas hendaknya disusun oleh siswa sendiri dengan
pengarahan dan bimbingan pendidik.
B.
TINDAKAN
KURATIF
Tindakan kuratif merupakan tindakan
terhadap perilaku yang menyimpang yang sudah terlangjur terjadi agar
penyimpangan tersebut tidak berlarut-larut. Dikatakan secara kuratif karena dilaksanakn saat atau
setelah terjadi penyimpangan pada tingkah laku siswa sehingga mengganggu
jalannya proses belajar mengajar. Dalam hal ini guru akan berusaha menghentikan
tingkah laku yang menyimpang tersebut dan kemudian mengarahkan terciptanya
tingkah laku siswa yang mendukung terselenggaranya proses belajar mengajar
dengan baik.
Guru
harus mengetahaui pusat perhatian siswa pada waktu mengikuti pelajaran dalam
kelas. Apakah siswa-siswanya di kelas tekun mengikuti dan terlibat dalam
kegiatan belajar mengajar ataukah tidak. Apabila terdapat anak didik yang menimbulkan gangguan pada
saat kegiatan belajar mengajar, guru dapat menggunakan seperangkat cara untuk
mengendalikan tingkah laku anak didik, misalnya dengan mencoba mengetahui
sebab-sebab yang mengakibatkan tingkah laku anak didik yang menyimpang tadi,
kemudian berusaha untuk menemukan pemecahannya.
Konsep Disiplin Kuratif dalam Mengelola
Kelas
Konsep disiplin
kuratif dalam mengelola kelas antara lain adalah:
1. Identifikasi masalah
Pertama seorang guru melakukan
identifikasi masalah dengan jalan berusaha memahami dan menyelidiki
penyimpangan tingkah laku siswa yang dapat mengganggu proses kelancaran pendidikan di kelas. Upaya
penyelidikan terhadap tingkah laku dapat dalam arti apakah termasuk tingkah
laku yang berdampak motif secara luas atau tidak, ataukah penyimpangan tingkah
laku itu bersifat sesaat saja atau sering dilakukan, ataukah sekedar kebiasaan
siswa.
2. Analisa masalah
Seorang guru dapat melanjutkan pada
langkah ini yaitu suatu kegiatan yang berusaha mengetahui latar belakang serta
sebab-sebab timbulnya tingkah laku yang menyimpang tersebut. Dengan cara yang
demikian akan dapat ditemukan sumber masalah yang sebenarnya, upaya untuk
mengatasinya dapat dilakukan dengan baik. Maka guru dapat menganalisanya dan
berusaha menemukan pemecahannya dengan menggunakan berbagai pendekatan
pemecahan masalah.
3. Penetapan alternatif pemecahan
Mengetahui sumber masalahnya,
seorang guru dapat mencoba mengkaji berbagai alternatif pemecahan untuk
mengatasi masalah-masalah tersebut. Untuk dapat memperoleh
alternatif-alternatif pemecahan itu, maka ia hendaknya mengetahui berbagai
pendekatan yang dapat dipergunakan dalam pengelolaan kelas dan juga memahami
cara-cara untuk mengatasi setiap masalah sesuai dengan pendekatan
masing-masing.
4. Monitoring
Hal ini diperlukan karena akibat
perlakuan guru itudapat saja mengenai sasaran, yaitu meniadakan tingkah laku
siswa menyimpang itu, tetapi dapat pula tidak berakibat apa-apa atau bahkan
mungkin menimbulkan tingkah laku menyimpang berikutnya yang justru lebih jauh
menyimpangnya. Langkah monitoring pada hakekatnya ditujukan untuk mengkaji
akibat-akibat yang terjadi tersebut.
5. Memanfaatkan umpan balik
Hasil dari kegiatan monitoring itu
sebenarnya merupakan umpan balik terbaik guru yang sangat berharga, karena
dengan ini ia dapat mengkaji kembali apakah alternatif tindakan yang telah
dilakukan itu tepat atau tidak, atau masih perlu di sempurnakan. Hasil
monitoring itu hendaknya dimanfaatkan secara konstruktif, yaitu dengan cara
mempergunakan nya untuk :
a.
Memperbaiki
pengambilan alternatif yang pernah ditetapkan bila kelak menghadapi masalah yang sama pada
situasi yang sama.
b.
Hasil
analisis data yang diperoleh dapat dijadikan umpan balik untuk merevisi hal-hal
atau kelemahan-kelemahan apa saja yang menjadi kendala dalam pencapainan tujuan
pengajaran tersebut.
DAFTAR
RUJUKAN
Arikunto, Suharsimi. 2009. Pengelolaan Kelas dan Siswa Sebuah Pendekatan Evaluatif. Jakarta :
Rajawali Pres.
Ahmad, Muhammad Qadir. 2008.
Metodologi
Pengajaran Agama Islam.
Rineka Cipta. Jakarta. 2008.
Materinya padat dan jelas, dan mudah dipahami
BalasHapusBagaiman cara guru menerapkan tindakan preventif tersebut?
BalasHapus1. Peningkatan kesadaran diri sebagai guru, kesadaran ini akan meningkatkan rasa tanggung jawab dan rasa memiliki yang merupakan modal dasar bagi guru dalam melaksanakan tugasnya.
Hapus2. Peningkatan kesadaran peserta didik: a. Memberitahu hak dan kewajiban peserta didik, b. Restu memperhatikan kebutuhan dan keinginan peserta didik, c. menciptakan suasana saling pengertian, saling menghormati dan keterbukaan antara guru dan peserta didik
3. Sikap polos dan tulus dari guru terhadap peserta didik
4. Mengenal alternatif pengelolaan, restu
5. Menciptakan kontrak sosial pada dasarnya berkaitan dengan standar tingkah laku yang di harapkan
Materinya bagus dan mudah dipahami
BalasHapussangat membantu
BalasHapusBagus, sangat bemanfaat๐๐
BalasHapus๐๐
BalasHapusMantap
BalasHapusMasyaa Allah
BalasHapusGood
BalasHapusMakasih artikelnya
BalasHapus