Senin, 26 Agustus 2019

Tahap Pengulangan Disiplin Kelas


TUGAS
Manajemen Kelas Di SD
Tahapan Penanggulangan Disiplin Kelas
Restu Kurnia Illahi
1620239
7 F

Dosen Pengampu:
Yessi Rifmasari, M.Pd

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH  TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA PADANG
2019

TAHAPAN PENANGULANGAN DISIPLIN KELAS
A.    TINDAKAN PREVENTIF
Tindakan preventif merupakan tindakan guru dalam mengatur pesera didik dan peralatan serta format pembelajaran. Dikatakan secara preventif apabila upaya yang dilakukan atas dasar inisiatif guru untuk menciptakan suatu kondisi dari kondisi masa menjadi interaksi pendidikan dengan jalan menciptakan kondisi baru yang mengguntungkan bagi prosese belajar mengajar. Hal ini dapat berupa tindakan, contoh pemberian informasi yang dapat diberikan kepada siswa sehingga akan berkembang motifasi yang tinggi, atau agar motifasi yang sudah baik itu tidak dinodai oleh tindakan siswa yang menyimpang sehingga mengganggu proses belajar menggajar dikelas.
Keterampilan yang behubungan dengan kompetensi guru dalam mengambil inisiatif dan mengendalikan pelajaran ini, dapat ditunjukkan melalui sikap tanggap guru, bahwa guru hadir bersama anak didik. Guru tau kegiatan mereka memperhatikan atau tidak seolah olah mata guru ada dibelakang kepala, sehingga guru dapat menegur mereka walaupun sedang menulis dipapan tulis.
Langkah-langkah Preventif dalam Mengelola Kelas
Langkah-langkah preventif dalam mengelola kelas, antara lain:
1.      Peningkatan kesadaran guru sebagai seorang pendidik
Dalam kedudukannya sebagai  seorang pendidik, guru harus sadar bahwa dirinya memiliki rasa’’handharbeni’’(rasa peduli terhadap kelas dengan segala isinya) dan bertanggung jawab terhadap proses belajar mengajar. Guru menyadari kebutuhan anak didik dan memiliki kemampuan dala memberi petunjuk secara jelas kepada anak didik demi kemajuan mereka dalam belajar. Sebagai seorang pendidik, guru berkewajiban mengubah pergaulanya dengan siswa sehingga pergaulan itu tidak hanya berupa interaksi biasa tetapi merupakan interaksi pendidikan. Agar interaksi itu bersifat sebagai interaksi pendidikan, maka seorang guru harus dapat mewujudkan suasana yang kondusif yang mengundang siswa untuk masuk berperan serta dalam proses pendidikan.
2.      Peningkatan Kesadaran Siswa
Apabila kesadaran diri guru sebagai seorang pendidik sudah ditingkatkan, langkah kedua kemudian berusaha meningkatkan kesadaran siswa akan kedudukan dirinya dalam proses pendidikkan. Langkah yang kedua yang harus dilakukan seorang guru adalah meningkatkan kesadaran siswa akan dirinya terutama tentang pertimbangan akan hak dan kewajiban. Dengan menyadari akan hak dan kewajiban tersebut diharapkan sisiwa akan mengendalikan dirinya dari tindakan dan tingkah laku yang menyimpang yang akan mencemari suasana pendidikan. Upaya penyadaran ini adalah tanggung jawab setiap guru, karna dengan kesadaran siswa yang tinggi akan perananya sebagai anggota masyarakat sekolah, akan menimbulkan suasana yang mendukung untuk melakukan proses belajar mengajar.
3.      Penampilan sikap guru
Upaya penciptaan suasana yang mendukung proses pendidikan harus dilakukan dengan inisiatif. Inisiatif guru itu diwujudkan dalam interaksinya dengan siswa-siawa yang dilambari dengan sikap tulus dan hangat.
4.      Pengenalan terhadap tingkah laku siswa
Seorang guru hendaknya mengenal tingkah laku siswa. Pengenalan akan tingkah laku ini dalam kaitannya dengan pengelolaan kelas. Tingkah laku siswa yang harus dikenal adalah tingkah laku baik yang mendukung maupun yang dapat mencemarkan suasana yang diperlukan untuk terjadinya proses pendidikan. Tingkah laku tersebut dapat bersifat perseorangan ataupun kelompok.
5.       Penemuan alternatif pengelolaan kelas
Setelah seorang guru dapat menyelidiki berbagai tingkah laku siswa, baik yang mendukung maupun yang mencemarkan suasana pendidikan, maka selanjutnya berusaha menetapkan alternatif pengelolaan kelas yang akan dilakukan. Upaya pengelolaan itu diarahkan untuk mempertahankan dan menghidupkan tingkah laku siswa yang mendukung suasana pendidikan, tentunya akan berbeda dengan upaya pengelolaan kelas yang diarahkan untuk mencegah timbulnya tingkah laku yang akan mencemarkan suasana pendidikan itu.
6.      Pembuatan kontrak social
Langkah terakhir adalah pengaturan tingkah laku dengan menggunakan norma atau nilai. Norma atau nilai itu diharapkan akan menjadi landasan tindakan yang akan berfungsi untuk mempertahankan kehadiran tingkah laku siswa yang mendukung maupun untuk mencegah tingkah laku sosial, pada hakikatnya adalah norma yang dituangkan dalam bentuk peraturan atau tata tertib kelas baik tertulis maupun tidak tertulis, yang berfungsi sebagai standar tingkah laku bagi siswa sebagai individu maupun sebagai kelompok. Maka diperlukan rekonstruksionis interpretasi agama untuk memperbaiki hubungan peradaban modern dengan Islam.

Kontrak sosial yang baik adalah benar-benar dihayati atau dipatuhi sehingga menimalkan terjadinya pelanggaran. Untuk mencapai hal tersebut, kebiasaan membuat peraturan atau tata tertib dari atas nampaknya tidak menguntungkan. Kontrak sosial yang dipergunakan dalam upaya pengelolaan kelas hendaknya disusun oleh siswa sendiri dengan pengarahan dan bimbingan pendidik.

B.     TINDAKAN KURATIF
Tindakan kuratif merupakan tindakan terhadap perilaku yang menyimpang yang sudah terlangjur terjadi agar penyimpangan tersebut tidak berlarut-larut. Dikatakan secara kuratif karena dilaksanakn saat atau setelah terjadi penyimpangan pada tingkah laku siswa sehingga mengganggu jalannya proses belajar mengajar. Dalam hal ini guru akan berusaha menghentikan tingkah laku yang menyimpang tersebut dan kemudian mengarahkan terciptanya tingkah laku siswa yang mendukung terselenggaranya proses belajar mengajar dengan baik.
Guru harus mengetahaui pusat perhatian siswa pada waktu mengikuti pelajaran dalam kelas. Apakah siswa-siswanya di kelas tekun mengikuti dan terlibat dalam kegiatan belajar mengajar ataukah tidak. Apabila terdapat anak didik yang menimbulkan gangguan pada saat kegiatan belajar mengajar, guru dapat menggunakan seperangkat cara untuk mengendalikan tingkah laku anak didik, misalnya dengan mencoba mengetahui sebab-sebab yang mengakibatkan tingkah laku anak didik yang menyimpang tadi, kemudian berusaha untuk menemukan pemecahannya.
Konsep Disiplin Kuratif dalam Mengelola Kelas
Konsep disiplin kuratif dalam mengelola kelas antara lain adalah:
1.      Identifikasi masalah
Pertama seorang guru melakukan identifikasi masalah dengan jalan berusaha memahami dan menyelidiki penyimpangan tingkah laku siswa yang dapat mengganggu proses kelancaran pendidikan di kelas. Upaya penyelidikan terhadap tingkah laku dapat dalam arti apakah termasuk tingkah laku yang berdampak motif secara luas atau tidak, ataukah penyimpangan tingkah laku itu bersifat sesaat saja atau sering dilakukan, ataukah sekedar kebiasaan siswa.
2.      Analisa masalah
Seorang guru dapat melanjutkan pada langkah ini yaitu suatu kegiatan yang berusaha mengetahui latar belakang serta sebab-sebab timbulnya tingkah laku yang menyimpang tersebut. Dengan cara yang demikian akan dapat ditemukan sumber masalah yang sebenarnya, upaya untuk mengatasinya dapat dilakukan dengan baik. Maka guru dapat menganalisanya dan berusaha menemukan pemecahannya dengan menggunakan berbagai pendekatan pemecahan masalah.
3.      Penetapan alternatif pemecahan
Mengetahui sumber masalahnya, seorang guru dapat mencoba mengkaji berbagai alternatif pemecahan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. Untuk dapat memperoleh alternatif-alternatif pemecahan itu, maka ia hendaknya mengetahui berbagai pendekatan yang dapat dipergunakan dalam pengelolaan kelas dan juga memahami cara-cara untuk mengatasi setiap masalah sesuai dengan pendekatan masing-masing.
4.      Monitoring
Hal ini diperlukan karena akibat perlakuan guru itudapat saja mengenai sasaran, yaitu meniadakan tingkah laku siswa menyimpang itu, tetapi dapat pula tidak berakibat apa-apa atau bahkan mungkin menimbulkan tingkah laku menyimpang berikutnya yang justru lebih jauh menyimpangnya. Langkah monitoring pada hakekatnya ditujukan untuk mengkaji akibat-akibat yang terjadi tersebut.
5.      Memanfaatkan umpan balik
Hasil dari kegiatan monitoring itu sebenarnya merupakan umpan balik terbaik guru yang sangat berharga, karena dengan ini ia dapat mengkaji kembali apakah alternatif tindakan yang telah dilakukan itu tepat atau tidak, atau masih perlu di sempurnakan. Hasil monitoring itu hendaknya dimanfaatkan secara konstruktif, yaitu dengan cara mempergunakan nya untuk :
a.               Memperbaiki pengambilan alternatif yang pernah ditetapkan bila kelak menghadapi masalah yang sama pada situasi yang sama.
b.               Hasil analisis data yang diperoleh dapat dijadikan umpan balik untuk merevisi hal-hal atau kelemahan-kelemahan apa saja yang menjadi kendala dalam pencapainan tujuan pengajaran tersebut.

DAFTAR RUJUKAN
Arikunto, Suharsimi. 2009. Pengelolaan Kelas dan Siswa Sebuah Pendekatan Evaluatif. Jakarta : Rajawali Pres.
Ahmad, Muhammad Qadir. 2008. Metodologi Pengajaran Agama Islam. Rineka Cipta. Jakarta. 2008.


11 komentar:

  1. Materinya padat dan jelas, dan mudah dipahami

    BalasHapus
  2. Bagaiman cara guru menerapkan tindakan preventif tersebut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. Peningkatan kesadaran diri sebagai guru, kesadaran ini akan meningkatkan rasa tanggung jawab dan rasa memiliki yang merupakan modal dasar bagi guru dalam melaksanakan tugasnya.
      2. Peningkatan kesadaran peserta didik: a. Memberitahu hak dan kewajiban peserta didik, b. Restu memperhatikan kebutuhan dan keinginan peserta didik, c. menciptakan suasana saling pengertian, saling menghormati dan keterbukaan antara guru dan peserta didik
      3. Sikap polos dan tulus dari guru terhadap peserta didik
      4. Mengenal alternatif pengelolaan, restu
      5. Menciptakan kontrak sosial pada dasarnya berkaitan dengan standar tingkah laku yang di harapkan

      Hapus
  3. Bagus, sangat bemanfaat๐Ÿ‘๐Ÿ‘

    BalasHapus