Jumat, 23 Agustus 2019

Faktor, Prinsip, dan disiplin Kelas


TUGAS
Manajemen Kelas Di SD
Faktor, Prinsip, dan disiplin Kelas
Restu Kurnia Illahi
1620239
7 F

Dosen Pengampu:
Yessi Rifmasari, M.Pd



PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH  TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA PADANG
2019

Berdasarkan hasil diskusi saya dapat menyimpulkan hasil diskusi pembelajaran manajemen kelas di sd yaitu:
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BELAJAR
A.    Faktor yang Mempengaruhi Belajar
Faktor- faktor yang mempengaruhi belajar adalah:
1.      Faktor internal
Faktor internal adalah faktor-faktor yang berasal dari dalam diri individu dan dapat mempengaruhi hasil belajar. Faktor-faktor internal ini meliputu faktor jasmani dan psikologis.
a.       Faktor jasmani
Proses belajar seseorang akan terganggu jika kesehatan seseorang terganggu, selain itu juga ia akan cepat lelah, kurang bersemangat, ngantuk jika badannya lemah, dan lain sebagainya.
b.      Faktor psikologis
1)      Itelegensi
Intelegensi adalah kecakapan yang terdiri dari  tiga jenis yaitu kecakapan untuk menghadapi dan menyesuaikan ke dalam situasi yang baru dengan cepat dan efektif, mengetahui/menggunakan konsep-konsep abstrak secara efektif, mengetahui relasi dan mempelajarinya dengan cepat.
2)      Perhatian
Perhatian menurut Gazali adalah keaktifan jiwa  yang dipertinggi, jiwa itu semata-mata tertuju kepada suatu objek (benda/hal) atau sekumpulan objek.
3)      Minat
Minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. 
4)      Bakat
Bakat adalah potensi/kecakapan dasar yang dibawa sejak lahir. Setiap individu mempunyai bakat yang berbeda-beda.
5)      Motif
Motivasi sebagai faktor inner (batin) berfungsi menimbulkan, mendasari, mengarahkan perbuatan belajar.
6)      Kematangan
Kematangan adalah suatu tingkat dalam  pertumbuhan seseorang, di mana alat-alat tubuhnya sudah siap untuk melaksanakan kecakapan baru. 
2.      Faktor eksternal
a.       Faktor keluarga
b.      Faktor sekolah
c.       Faktor masyarakat

B.     Mengatur Kondisi Kelas dan Iklim Belajar Siswa
Mengatur kondisi kelas dan iklim belajar siswa yaitu dengan cara:
1.      Ruang tempat berlangsungnya pembelajaran
a.        Siswa bergiliran untuk membersihkan kelas.
b.       Guru memeriksa kebersihan dan ketertiban dikelas.
c.       Memasang hiasan dinding yang mempunyai nilai edukatif (contohnya Burung Garuda, Teks Proklamasi, Slogan Pendidikan, Para Pahlawan, Peta/Globe).
d.      Mengatur tempat duduk siswa, lemari, rak buku, dan semacamnya secara rapi (untuk penempatan buku diletakkan di depan dan alat peraga dibelakang).
e.       Merapikan meja guru dengan memakai taplak meja, vas bunga, da sebagainya.

2.      Pengaturan tempat duduk
a.       Segi keamanan
b.      Segi kenyamanan
c.       Segi ukuran

3.      Ventilasi dan pengaturan cahaya
Kondisi-kondisi yang perlu diperhatikan di dalam ruang kelas adalah:
a.       Ada ventilasi yang sesuai dengan ruangan kelas
b.      Sebaiknya tidak merokok
c.       Pengaturan cahaya perlu diperhatikan
d.      Cahaya yang masuk harus cukup

4.      Pengaturan penyimpanan barang-barang
C.    Kondisi yang Mempengaruhi Penciptaan Iklim Kelas

Kondisi yang mempengaruhi penciptaan iklim kelas adalah sosio-emosional antara lain adalah:
1.      Tipe kepemimpinan
Peranan guru, tipe kepemimpinan guru atau administrator akan mewarnai suasana emosional di dalam kelas. Tipe kepemimpinan yang lebih berat pada otoriter akan menghasilkan sikap siswa yang submissive atau apatis. Tetapi di pihak lain juga akan menumbuhkan sikap yang agresif. Tipe kepemimpinan yang cenderung pada laizer-fair biasanya tidak produktif walaupun ada pemimpin.
2.      Sikap guru
Sikap guru dalam menghadapi siswa yang melanggar peraturan sekolah hendaknya tetap sabar, dan tetap bersahabat dengan suatu keyakinan bahwa tingkah laku siswa akan dapat diperbaiki. Kalaupun guru terpaksa membenci, bencilah tingkah lakunya siswa dan bukan membenci siswanya itu sendiri. 
3.      Suara guru
Suara yang relatif rendah tetapi cukup jelas dengan volume suara yang penuh dan kedengarannya rileks akan mendorong siswa memperhatikan pelajaran. Mereka akan lebih berani mengajukan pertanyaan, melakukan percobaan sendiri, dan sebagainya.
4.      Pembinaan hubungan baik
Pembinaan hubungan baik antara guru dan siswa adalah hal yang sangat penting. Dengan terciptanya hubungan baik guru-siswa, diharapkan siswa senantiasa gembira, penuh gairah dan semangat, bersikap optimistik, realistik dalam kegiatan belajar yang sedang dilakukannya serta terbuka terhadap hal-hal yang ada pada dirinya.
5.      Kondisi organisasional
Kegiatan rutin yang secara organisasional dilakukan baik tingkat kelas maupun padatingkat sekolah akan dapat mecegah masalah manajemen kelas. Dengan kegiatan rutin yang telah diatur secara jelas dan telah dikomunikasikan kepada semua siswa secara terbuka sehingga jelas pula bagi mereka, munculnya kebiasaan yang baik pada siswa
DISIPLIN KELAS
A.    Pengertian Disiplin Kelas
Menurut Asy Mas’udi (2000) di siplin  kelas adalah kesadaran untuk melakukan sesuatu pekerjaan dengan tertib dan teratur ssuai dengan peraturan- peraturan yang berlaku penuh dengan tanggung jawab tanpa paksaan dari siapapun.

B.     Bentuk- Bentuk Disiplin Kelas
Menurut Piet A Sahertian membagi di siplin kepada tiga bentuk yaitu :
1.      Disiplin Tradisonal
2.      Disiplin Modern
3.      Disiplin Liberal
Beberapa macam bentuk disiplin belajar di kelas yang hendaknya di lakukan oleh para siswa dalam kegiatan belajarnya yaitu:
1.      Disiplin siswa hadir ke sekolah
2.      Disiplin siswa dalam mengerjakan tugas
3.      Disiplin siswa dalam mengikuti pelajaran di sekolah
4.      Disiplin siswa dalam menaati tata tertib di sekolah
Contoh tata tertib di kelas dan di sekolah:
1.      Pelajaran akan di mulai setiap jam 07.30 setiap harinya kecuali hari senin ( karena upacara bendera).
2.      Siswa harus berada di dalam kelas paling lambat 10 menit sebelum jam pelajaran di mulai.
3.      Siswa tidak di perkenakan keluar masuk ruang kelas tanpa seizin  guru yang sedang belajar.
Bentuk- Bentuk Disiplin Belajar Siswa
1.      Disiplin jiwa dalam menentukan dan menggunakan cara atau strategi belajar, yaitu:
a.       Cara mengatur waktu belajar
b.      Pengelompokkan waktu
c.       Penjatahan waktu belajar

2.      Disiplin terhadap tugas
a.       Mengerjakan tugas rumah
b.      Mengerjakan tugas di sekolah
3.      Pemanfaatan waktu
4.      Disiplin terhadap tata tertib

PRINSIP- PRINSIP DISIPLIN KELAS

A.    Sumber Pelanggaran Disiplin Kelas
1.      Guru
2.      Siswa
3.      Lingkunagan

Kondisi Fisik dalam belajar yaitu:
5.      Ruangan tempat berlangsungnya pembelajaran
Ruangan tempat belajar harus memungkinkan para peserta didik dapat bergerak leluasa, tidak berdesak-desakan, sehingga tidak saling, mengganggu satu sama yang lainnya pada saat terjadi aktivitas pembelajaran.
6.      Pengaturan tempat duduk
7.      Ventilasi cahaya

B.     Peraturan dan Tata Tertib Kelas
Peraturan dan tata tertib kelas untuk sekolah dasar seperti yang tercantum dalam petunjuk pengelolaan kelas di Sekolah Dasar  (Dirjen POUD dan Dirjen Dikdasmen, 1996: 79-81) antara lain harus memuat hal-hal berikut yaitu:
1.      Masuk sekolah
2.      Masuk kelas
3.      Di dalam kelas
4.      Waktu istirahat
5.      Waktu pulang
TATA TERTIB SEKOLAH
1.      Siswa datang 15 menit sebelum pelajaran dimulai.
2.       Setelah tanda bel masuk berbunyi, siswa berbaris di depan kelas, kemudian masuk satu persatu dengan tertib dan teratur.
3.      Sebelum dan sesudah pelajaran, siswa wajib berdoa dipimpin oleh ketua kelas atau bergiliran.
4.       Waktu pelajaran berlangsung siswa wajib menjaga ketertiban kelas.
5.      Waktu istirahat siswa wajib diluar kelas dan tidak boleh keluar dari halaman sekolah.
6.      Siswa wajib berpakaian sopan dan berseragam dengan ketentuan sebagai berikut :
a.       Hari Senin dan Selasa : Seragam atas putih, bawah merah hati lengkap dengan atribut logo, lokasi, nama dan bersepatu kets ( warior ) warna hitam .
b.      Hari Rabu dan Kamis : Seragam identitas sekolah krem.
c.       Hari Jumat dan Sabtu : Seragam batik, sepatu hitam, kaos kaki hitam
d.      Pada waktu upacara : Seragam atas putih, bawah merah hati, ikat pinggang hitam,sepatu kets (warior), bertopi identitas sekolah (seragam lengkap)
e.       Pada waktu olahraga : Pakaian olah raga, bersepatu kets.
f.       Siswa Kelas III s.d V : Wajib mengikuti kegiatan Pramuka.
7.      Siswa wajib mengikuti Upacara Bendera setiap hari Senin / tanggal 17 / Hari Nasional yang dimulai pukul 06.30 WIB.
8.      Siswa wajib melaksanakan senam massal setiap hari Jumat pukul 06.45 WIB dan berseragam olahraga.
9.      Siswa yang tidak masuk sekolah harus memberi keterangan / Surat Ijin.
10.  Siswa tidak masuk tiga hari berturut – turut harus memberi keterangan dengan jelas.
11.  Siswa harus memiliki alat tulis sendiri.
12.  Siswa wajib mengerjakan Pekerjaan Rumah ( PR ) di rumah.
13.  Siswa wajib mengikuti kergiatan ekstrakurikuler dan berpakaian bebas, rapi, dan bersepatu.
14.  Siswa wajib melaksanakan piket harian di sekolah.
15.  Siswa tidak diperbolehkan membawa uang berlebihan.
16.  Siswa tidak diperbolehkan membawa Handphone ( HP ).
17.  Siswa dilarang membeli makanan diluar sekolah selama jam belajar di Sekolah.
18.  Siswa wajib mentaati Tata Tertib Sekolah, bagi yang melanggar akan dikenakan sanksi dari sekolah.
LARANGAN
Larangan yang di laukan di sekolah umumnya, yaitu:
1.      Siswa dilarang memakai topi di dalam kelas saat pelajaran berlangsung.
2.      Makan di dalam kelas saat pelajaran berlangsung.
3.      Menyontek pekerjaan milik teman.
4.      Bermain di luar pekarangan sekolah.
5.      Merokok, meminum-minuman keras, menggunakan ganja, narkotika.
6.      Membawa senjata tajam.
7.      Mencorat-coret tembok, dinding, meja , kursi dan perabot di lingkungan sekolah.
8.      Selama Kegiatan Belajar Mengajar berlangsung tidak diperbolehkan membuat gaduh.
9.      Berkelahi dan bertengkar di dalam maupun di luar sekolah.
10.  Membawa petasan di sekolah.

SANKSI
Siswa yang melanggar tata tertib sekolah akan di beri sanksi :
a.       Teguran lisan I, II dan II
b.      Teguran tertulis I, II dan III
c.       Tidak diperkenankan masuk sekolah dalam jangka waktu tertentu.
d.      Dikembalikan pada orang tua.


Dari diskusi yang kami lakukan, setiap pertanyaan selalu diberi penguatan oleh dosen pengampu, dosen pengampu menjelaskan apa yang tidak kami mengerti. Diskusi yang kami lakukan berjalan dengan lancar.
Didalam diskusi pemakalah menyampaikan hasil diskusinya setelah itu moderator meminta audien menambahkan beberapa materi jika masih ada yang kurang, setelah itu adanya tanya jawab antara anggota persentasi dengan audien.
Di akhir pembelajaran  beberapa mahasiswa  menyimpulkan hasil diskusi yang telah kami lakukan.








DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, Abu, Widodo Supriyono. 2004. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Slameto. 2010. Belajar Dan Factor-Faktor Yang Mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta
Winarno Surakhmad. 1982. Pengantar  Interaksi  Mengajar Dasar dan Tehnik Metodologi Pengajaran edisi IV. Bandung: Tarsito.


9 komentar:

  1. Bisa menjadi referensi untuk tugas kuliah, materinya juga bagus

    BalasHapus
  2. Bagaimana mengatasi dari materi sumbel pelanggaran kelas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. cara mengatasi sumber pelanggaran kelas antara lain:
      1. Menumbuhkan kesadaran pada diri siswa
      2. Memberikan bimbingan dan layanan konseling
      3. Sanksi untuk siswa yang melanggar tata tertib
      4. Selalu melakukan pengawasan pada siswa
      5. Apresiasi dan penghargaan untuk siswa yang selalu mematuhi tata tertib

      Hapus
  3. Sangat membantu sekali untuk mempelajari materi ini

    BalasHapus
  4. Bagaimna cara guru mengdisiplin siswa saat belajar?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mendisiplinkan siswa tidak harus dengan kekerasan, restu cara guru mendisiplinkan siswa antara lain:
      1. Kenali siswa dengan dekat, restu seorang guru harus mengenali setiap kepribadian siswa adalah kewajiban. Dengan mengenal siswa lebih dekat, anda dapat mengetahui segala keinginan dan permasalahan yang sedang mereka alami sehingga akan dengan mudah memberikan solusi yang tepat. Berkomunikasilah dengan baik dan menyenangkan.
      2. Buat aturan bersama. Ajak semua siswa dikelas menentukan peraturan bersama hukumannya. Saat salah satu siswa melakukan kesalahan maka ada konsekuensi yang wajib di terapkan.
      3. Berikan perhatian dan kasih sayang, didiklah siswa dengan perhatian dan kasih sayang. Siswa akan jadi lebih peduli dan mau menuruti apa yang di sampaikan guru

      Hapus