TUGAS
Manajemen
Kelas Di SD
Faktor,
Prinsip, dan disiplin Kelas

Restu Kurnia Illahi
1620239
7 F
Dosen
Pengampu:
Yessi Rifmasari, M.Pd
PENDIDIKAN
GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA PADANG
2019
Berdasarkan
hasil diskusi saya dapat menyimpulkan hasil diskusi pembelajaran manajemen
kelas di sd yaitu:
FAKTOR-FAKTOR
YANG MEMPENGARUHI BELAJAR
A. Faktor
yang Mempengaruhi Belajar
Faktor- faktor yang mempengaruhi belajar adalah:
1.
Faktor
internal
Faktor internal adalah faktor-faktor yang berasal dari
dalam diri individu dan dapat mempengaruhi hasil belajar. Faktor-faktor internal
ini meliputu faktor jasmani dan psikologis.
a.
Faktor
jasmani
Proses belajar seseorang akan terganggu jika kesehatan
seseorang terganggu, selain itu juga ia akan cepat lelah, kurang bersemangat,
ngantuk jika badannya lemah, dan lain sebagainya.
b.
Faktor
psikologis
1)
Itelegensi
Intelegensi adalah kecakapan yang terdiri dari tiga
jenis yaitu kecakapan untuk menghadapi dan menyesuaikan ke dalam situasi yang
baru dengan cepat dan efektif, mengetahui/menggunakan konsep-konsep abstrak
secara efektif, mengetahui relasi dan mempelajarinya dengan cepat.
2)
Perhatian
Perhatian menurut Gazali adalah keaktifan jiwa yang
dipertinggi, jiwa itu semata-mata tertuju kepada suatu objek (benda/hal) atau
sekumpulan objek.
3)
Minat
Minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan
mengenang beberapa kegiatan.
4)
Bakat
Bakat adalah potensi/kecakapan dasar yang dibawa sejak lahir.
Setiap individu mempunyai bakat yang berbeda-beda.
5)
Motif
Motivasi sebagai faktor inner (batin) berfungsi menimbulkan,
mendasari, mengarahkan perbuatan belajar.
6)
Kematangan
Kematangan adalah suatu tingkat dalam pertumbuhan
seseorang, di mana alat-alat tubuhnya sudah siap untuk melaksanakan kecakapan
baru.
2.
Faktor
eksternal
a.
Faktor
keluarga
b.
Faktor
sekolah
c.
Faktor
masyarakat
B. Mengatur
Kondisi Kelas dan Iklim Belajar Siswa
Mengatur kondisi kelas dan iklim belajar siswa yaitu
dengan cara:
1.
Ruang
tempat berlangsungnya pembelajaran
a.
Siswa
bergiliran untuk membersihkan kelas.
b.
Guru
memeriksa kebersihan dan ketertiban dikelas.
c.
Memasang
hiasan dinding yang mempunyai nilai edukatif (contohnya Burung Garuda, Teks
Proklamasi, Slogan Pendidikan, Para Pahlawan, Peta/Globe).
d.
Mengatur
tempat duduk siswa, lemari, rak buku, dan semacamnya secara rapi (untuk
penempatan buku diletakkan di depan dan alat peraga dibelakang).
e.
Merapikan
meja guru dengan memakai taplak meja, vas bunga, da sebagainya.
2.
Pengaturan
tempat duduk
a.
Segi
keamanan
b.
Segi
kenyamanan
c.
Segi
ukuran
3. Ventilasi dan pengaturan cahaya
Kondisi-kondisi yang perlu diperhatikan
di dalam ruang kelas adalah:
a. Ada ventilasi yang sesuai dengan
ruangan kelas
b. Sebaiknya tidak merokok
c. Pengaturan cahaya perlu diperhatikan
d. Cahaya yang masuk harus cukup
4.
Pengaturan
penyimpanan barang-barang
C. Kondisi
yang Mempengaruhi Penciptaan Iklim Kelas
Kondisi yang mempengaruhi
penciptaan iklim kelas adalah sosio-emosional antara lain adalah:
1.
Tipe
kepemimpinan
Peranan guru, tipe kepemimpinan guru atau administrator akan
mewarnai suasana emosional di dalam kelas. Tipe kepemimpinan yang lebih berat
pada otoriter akan menghasilkan sikap siswa yang submissive atau apatis. Tetapi
di pihak lain juga akan menumbuhkan sikap yang agresif. Tipe kepemimpinan yang
cenderung pada laizer-fair biasanya tidak produktif walaupun ada pemimpin.
2.
Sikap
guru
Sikap guru dalam menghadapi siswa yang melanggar peraturan
sekolah hendaknya tetap sabar, dan tetap bersahabat dengan suatu keyakinan
bahwa tingkah laku siswa akan dapat diperbaiki. Kalaupun guru terpaksa
membenci, bencilah tingkah lakunya siswa dan bukan membenci siswanya itu
sendiri.
3.
Suara
guru
Suara yang relatif rendah tetapi cukup jelas dengan volume
suara yang penuh dan kedengarannya rileks akan mendorong siswa memperhatikan
pelajaran. Mereka akan lebih berani mengajukan pertanyaan, melakukan percobaan
sendiri, dan sebagainya.
4.
Pembinaan
hubungan baik
Pembinaan hubungan
baik antara guru dan siswa adalah hal yang sangat penting. Dengan
terciptanya hubungan baik guru-siswa, diharapkan siswa senantiasa gembira,
penuh gairah dan semangat, bersikap optimistik, realistik dalam kegiatan
belajar yang sedang dilakukannya serta terbuka terhadap hal-hal yang ada pada
dirinya.
5.
Kondisi
organisasional
Kegiatan rutin yang secara
organisasional dilakukan baik tingkat kelas maupun padatingkat sekolah akan dapat
mecegah masalah manajemen kelas. Dengan kegiatan rutin yang telah diatur secara
jelas dan telah dikomunikasikan kepada semua siswa secara terbuka sehingga
jelas pula bagi mereka, munculnya kebiasaan yang baik pada siswa.
DISIPLIN
KELAS
A.
Pengertian
Disiplin Kelas
Menurut Asy Mas’udi (2000) di siplin kelas adalah kesadaran untuk melakukan sesuatu
pekerjaan dengan tertib dan teratur ssuai dengan peraturan- peraturan yang
berlaku penuh dengan tanggung jawab tanpa paksaan dari siapapun.
B.
Bentuk-
Bentuk Disiplin Kelas
Menurut Piet A
Sahertian membagi di siplin kepada tiga bentuk yaitu :
1.
Disiplin
Tradisonal
2.
Disiplin
Modern
3.
Disiplin
Liberal
Beberapa macam
bentuk disiplin belajar di kelas yang hendaknya di lakukan oleh para siswa
dalam kegiatan belajarnya yaitu:
1.
Disiplin
siswa hadir ke sekolah
2.
Disiplin
siswa dalam mengerjakan tugas
3.
Disiplin
siswa dalam mengikuti pelajaran di sekolah
4.
Disiplin
siswa dalam menaati tata tertib di sekolah
Contoh tata tertib di kelas dan di sekolah:
1.
Pelajaran
akan di mulai setiap jam 07.30 setiap harinya kecuali hari senin ( karena
upacara bendera).
2.
Siswa
harus berada di dalam kelas paling lambat 10 menit sebelum jam pelajaran di
mulai.
3.
Siswa
tidak di perkenakan keluar masuk ruang kelas tanpa seizin guru yang sedang belajar.
Bentuk- Bentuk Disiplin Belajar Siswa
1.
Disiplin
jiwa dalam menentukan dan menggunakan cara atau strategi belajar, yaitu:
a.
Cara
mengatur waktu belajar
b.
Pengelompokkan
waktu
c.
Penjatahan
waktu belajar
2.
Disiplin
terhadap tugas
a.
Mengerjakan
tugas rumah
b.
Mengerjakan
tugas di sekolah
3.
Pemanfaatan
waktu
4.
Disiplin
terhadap tata tertib
PRINSIP- PRINSIP DISIPLIN KELAS
A. Sumber
Pelanggaran Disiplin Kelas
1.
Guru
2.
Siswa
3.
Lingkunagan
Kondisi
Fisik dalam belajar yaitu:
5.
Ruangan
tempat berlangsungnya pembelajaran
Ruangan tempat belajar harus
memungkinkan para peserta didik dapat bergerak leluasa, tidak berdesak-desakan,
sehingga tidak saling, mengganggu satu sama yang lainnya pada saat terjadi
aktivitas pembelajaran.
6. Pengaturan tempat
duduk
7. Ventilasi cahaya
B. Peraturan
dan Tata Tertib Kelas
Peraturan
dan tata tertib kelas untuk sekolah dasar seperti yang tercantum dalam petunjuk
pengelolaan kelas di Sekolah Dasar
(Dirjen POUD dan Dirjen Dikdasmen, 1996: 79-81) antara lain harus memuat
hal-hal berikut yaitu:
1.
Masuk
sekolah
2.
Masuk
kelas
3.
Di
dalam kelas
4.
Waktu
istirahat
5.
Waktu
pulang
TATA TERTIB SEKOLAH
1.
Siswa datang 15 menit sebelum pelajaran dimulai.
2.
Setelah tanda
bel masuk berbunyi, siswa berbaris di depan kelas, kemudian masuk satu persatu
dengan tertib dan teratur.
3.
Sebelum dan sesudah pelajaran, siswa wajib berdoa
dipimpin oleh ketua kelas atau bergiliran.
4.
Waktu pelajaran
berlangsung siswa wajib menjaga ketertiban kelas.
5.
Waktu istirahat siswa wajib diluar kelas dan tidak
boleh keluar dari halaman sekolah.
6.
Siswa wajib berpakaian sopan dan berseragam dengan
ketentuan sebagai berikut :
a.
Hari Senin dan Selasa : Seragam atas putih, bawah merah
hati lengkap dengan atribut logo, lokasi, nama dan bersepatu kets ( warior )
warna hitam .
b.
Hari Rabu dan Kamis : Seragam identitas sekolah krem.
c.
Hari Jumat dan Sabtu : Seragam batik, sepatu hitam,
kaos kaki hitam
d.
Pada waktu upacara : Seragam atas putih, bawah merah
hati, ikat pinggang hitam,sepatu kets
(warior), bertopi identitas sekolah (seragam lengkap)
e.
Pada waktu olahraga : Pakaian olah raga, bersepatu
kets.
f.
Siswa Kelas III s.d V : Wajib mengikuti kegiatan
Pramuka.
7.
Siswa wajib mengikuti Upacara Bendera setiap hari Senin
/ tanggal 17 / Hari Nasional yang dimulai pukul 06.30 WIB.
8.
Siswa wajib melaksanakan senam massal setiap hari Jumat
pukul 06.45 WIB dan berseragam olahraga.
9.
Siswa yang tidak masuk sekolah harus memberi keterangan
/ Surat Ijin.
10. Siswa
tidak masuk tiga hari berturut – turut harus memberi keterangan dengan jelas.
11. Siswa
harus memiliki alat tulis sendiri.
12. Siswa
wajib mengerjakan Pekerjaan Rumah ( PR ) di rumah.
13. Siswa
wajib mengikuti kergiatan ekstrakurikuler dan berpakaian bebas, rapi, dan
bersepatu.
14. Siswa
wajib melaksanakan piket harian di sekolah.
15. Siswa
tidak diperbolehkan membawa uang berlebihan.
16. Siswa
tidak diperbolehkan membawa Handphone ( HP ).
17. Siswa
dilarang membeli makanan diluar sekolah selama jam belajar di Sekolah.
18. Siswa
wajib mentaati Tata Tertib Sekolah, bagi yang melanggar akan dikenakan sanksi dari
sekolah.
LARANGAN
Larangan yang
di laukan di sekolah umumnya, yaitu:
1.
Siswa dilarang memakai topi di dalam kelas saat
pelajaran berlangsung.
2.
Makan di dalam kelas saat pelajaran berlangsung.
3.
Menyontek pekerjaan milik teman.
4.
Bermain di luar pekarangan sekolah.
5.
Merokok, meminum-minuman keras, menggunakan ganja,
narkotika.
6.
Membawa senjata tajam.
7.
Mencorat-coret tembok, dinding, meja , kursi dan perabot
di lingkungan sekolah.
8.
Selama Kegiatan Belajar Mengajar berlangsung tidak
diperbolehkan membuat gaduh.
9.
Berkelahi dan bertengkar di dalam maupun di luar sekolah.
10. Membawa
petasan di sekolah.
SANKSI
Siswa yang melanggar
tata tertib sekolah akan di beri sanksi :
a.
Teguran lisan I, II dan II
b.
Teguran tertulis I, II dan III
c.
Tidak diperkenankan masuk sekolah dalam jangka waktu
tertentu.
d.
Dikembalikan pada orang tua.
Dari diskusi yang kami lakukan, setiap pertanyaan selalu diberi
penguatan oleh dosen pengampu, dosen pengampu menjelaskan apa yang tidak kami
mengerti. Diskusi yang kami lakukan berjalan dengan lancar.
Didalam diskusi pemakalah menyampaikan hasil diskusinya
setelah itu moderator meminta audien menambahkan beberapa materi jika masih ada
yang kurang, setelah itu adanya tanya jawab antara anggota persentasi dengan
audien.
Di akhir pembelajaran
beberapa mahasiswa menyimpulkan
hasil diskusi yang telah kami lakukan.
DAFTAR
PUSTAKA
Ahmadi,
Abu, Widodo Supriyono. 2004.
Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka
Cipta.
Slameto. 2010. Belajar Dan Factor-Faktor Yang Mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta
Winarno Surakhmad. 1982. Pengantar Interaksi Mengajar
Dasar dan Tehnik Metodologi Pengajaran edisi IV. Bandung: Tarsito.
Sangat membantu
BalasHapusBisa menjadi referensi untuk tugas kuliah, materinya juga bagus
BalasHapusBagaimana mengatasi dari materi sumbel pelanggaran kelas?
BalasHapuscara mengatasi sumber pelanggaran kelas antara lain:
Hapus1. Menumbuhkan kesadaran pada diri siswa
2. Memberikan bimbingan dan layanan konseling
3. Sanksi untuk siswa yang melanggar tata tertib
4. Selalu melakukan pengawasan pada siswa
5. Apresiasi dan penghargaan untuk siswa yang selalu mematuhi tata tertib
Sangat membantu sekali untuk mempelajari materi ini
BalasHapusBagaimna cara guru mengdisiplin siswa saat belajar?
BalasHapusMendisiplinkan siswa tidak harus dengan kekerasan, restu cara guru mendisiplinkan siswa antara lain:
Hapus1. Kenali siswa dengan dekat, restu seorang guru harus mengenali setiap kepribadian siswa adalah kewajiban. Dengan mengenal siswa lebih dekat, anda dapat mengetahui segala keinginan dan permasalahan yang sedang mereka alami sehingga akan dengan mudah memberikan solusi yang tepat. Berkomunikasilah dengan baik dan menyenangkan.
2. Buat aturan bersama. Ajak semua siswa dikelas menentukan peraturan bersama hukumannya. Saat salah satu siswa melakukan kesalahan maka ada konsekuensi yang wajib di terapkan.
3. Berikan perhatian dan kasih sayang, didiklah siswa dengan perhatian dan kasih sayang. Siswa akan jadi lebih peduli dan mau menuruti apa yang di sampaikan guru
Bagus kak
BalasHapusSangat bermanfaat sekali
BalasHapus