TUGAS
Manajemen Kelas Di SD
Pendekatan, Prinsip dan
Permasalahan Dalam Manajemen Kelas

Restu Kurnia Illahi
1620239
7 F
Dosen
Pengampu:
Yessi Rifmasari, M.Pd
PENDIDIKAN
GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA PADANG
2019
Hasil diskusi yang saya lakukan dengan rekan-rekan saya yang
di bimbing oleh dosen saya Yessi Rifmasari, M. Pd dapat saya simpulkan:
PENDEKATAN- PENDEKATAN DALAM
MANAJEMEN KELAS
A. Pengertian
Pendekatan Manajemen Kelas
Menurut Haradi
Nawawi Kegiatan manajemen atau pengelolaan
kelas dapat diartikan sebagai kemampuan guru atau wali kelas dalam
mendayagunakan potensi kelas berupa pemberian kesempatan yang seluas-luasnya
pada setiap personal untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang kreatif dan
terarah, sehingga waktu dan dana yang tersedia dapat dimanfaatkan secara
efisien untuk melakukan kegiatan kelas yang berkaitan dengan kurikulum dan perkembangan
murid.
Syaiful Bahri Djamarah Pengelolaan kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan
dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya
bila terjadi gangguan dalam proses belajar mangajar.
B. Peran
Guru dalam Manajemen Kelas
Menurut Padmono
(2011:23) fasilitas kelas berkaitan dengan terciptanya lingkungan belajar
kondusif sehingga murid dengan senang dan suka rela belajar. Adapun peran guru
dalam memanajemen kelas agar terciptanya pembelajaran yang efekti sebagai
berikut:
1.
Peran
guru dalam pengorganisasian kelas
Organisasi kelas yang tepat akan mendorong terciptanya
kondisi belajar yang kondusif.
2.
Peran
guru dalam pengaturan tempat duduk.
3.
Peran
guru dalam pengaturan alat- alat pembelajaran.
4.
Peran
guru dalam pemeliharaan keindahan ruangan kelas.
5.
Ventilasi,
cahaya dan warna
C. Macam-
macam Pendekatan dalam Manajemen Kelas
1.
Pendekatan
Manajerial
Pendekatan ini dipilih berdasar orientasi
guru dan ketercapaian target kurikulum yang harus diselesaikan. Pendekatan ini
meliputi:
a.
Pendekatan
kekuasaan atau otoriter
Pendekatan otoriter adalah pendekatan yang menempatkan guru
dalam peranan menciptakan dan memelihara ketertiban di kelas dengan menggunakan
strategi pengendalian.
b. Perintah dan Laranga
Baik
perintah maupun larangan dapat diterapkan atas dasar generalisasi masalah–masalah
pengelolaan kelas tertentu.
2.
Penekanan dan Penguasaan
Pendekatan penekanan dan penguasaan
ini banyak mementingkan pada diri guru, banyak memerintah, mengomel dan memarahi. Meskipun demikian, namun pendekatan ini
kurang tepat karena kurang toleransi, dan kurang bijaksana.
3.
Penghukuman dan Pengancaman
Pendekatan penghukuman muncul dalam
berbagai bentuk tingkah laku antara lain penghukuman dengan kekerasan, dengan
larangan bahkan pengusiran, menghardik atau menghentak dengan kata–kata yang kasar, mencemooh
menertawakan atau menghukum seseorang di depan siswa lain, memaksa siswa untuk
meminta maaf, memaksa dengan tuntutan tenentu, atau bahkan dengan ancaman–ancaman. Pendekatan semacam ini
termasuk penanganan yang kurang tepat, karena bersifat otoriter kurang
manusiawi.
Pendekatan psikologikal lebih menitikberatkan pada
pertimbangan bagaimana siswa di kelas dapat dikelola dengan suatu pendekatan
tertentu. Suparno (1998: 92, dalam Y. Padmono, 2011) menyatakan ada tiga
pendekatan dalam manajemen kelas, yaitu
a. Pendekatan Kebebasan atau Permisif
Pengelolaan
permisif di sini diartikan sebagai suatu proses untuk membantu siswa agar
merasa bebas untuk mengerjakan sesuatu kapan saja dan dimana saja.
b. Pendekatan Demokratis
Pendekatan
ini boleh dikatakan perpaduan kebaikan antara otoriter dan permisif.
Pembelajaran berada pada kendali guru, namun siswa diberi kebebasan untuk
berkreasi sehingga siswa tumbuh dan berkembang secara maksimal tetapi tetap
dalam kontrol dan arahan dari guru.
c. Pendekatan Resep atau Buku Masak
Pendekatan
resep (cook book) ini dilakukan dengan memberi satu daftar yang dapat
menggambarkan apa yang harus dan apa yang tidak boleh dikerjakan oleh guru
dalam mereaksi semua masalah atau situasi yang terjadi di kelas. Dalam daftar
itu digambarkan tahap demi tahap apa yang harus dikerjakan oleh guru. Peranan
guru hanyalah mengikuti petunjuk seperti yang tertulis dalam resep.
d. Pendekatan Instruksional
Manajemen
kelas melalui pendekatan ini mengacu pada tujuan pembelajaran yang dirumuskan.
Dengan demikian peranan guru adalah merencanakan dengan teliti pelajaran yang
baik, kegiatan belajar yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan setiap
siswa.
e. Pendekatan Transaksional
Dalam pendekatan
ini, pembelajaran lebih bersifat fleksibel, sebab pembelajaran dikelola bersama
guru dan siswa dalam bentuk pembagian tugas–tugas yang harus
diselesaikan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran.
PRINSIP- PRINSIP DALAM
MANAJEMEN KELAS
A.
Prinsip-Prinsip Manajemen kelas
Dalam
manajemen kelas terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan sebagai
prasyarat menciptakan satu model pembelajaran yang efektif dan efisien, yaitu
(Muhaimin,2002:137-144):
1.
Prinsip Kesiapan
Kesiapan
belajar adalah kematangan dan pertumbuhan fisik, psikis, itelegensi, latar
belakang pengalaman, hasil belajar yang baku, motivasi persepsi dan faktor-
faktor lain yang memungkinkan seseorang belajar.
2. Prinsip Motivasi
Motivassi
adalah tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan ada tingkah laku kearah
suatu tujuan tertentu.adanya motivasi pada peserta didk maka ia akan
bersungguh-sungguh menunjukkan minatnya untuk belajar.
3. Prinsip
Perhatian
Perhatian
merupakam suatu strategi kognitif. Dalam proses pembelajaran perhatian sangat
besar pngaruhnya pada peserta didik.
4. Prinsip
Persepsi
Semakin baik
persepsi mengenai sesuatau semakin mudah peserta didik dalam belajar.
5. Prinsip Retensi
Dengan retensi
membuat apa yag di pelajari dapat bertahan atau tertinggal lebih lama dalam
struktur kognitif dan dapat diingat kembali jika diperlukan.
6. Prinsip
Transfer
Transfer
merupakan suatu proses dimana sesuatu yang pernah di pelajari dapat memengaruhi
proses dalam mempelajari susuatu yang baru.
Prinsip- prinsip pengelolaan
kelas menurut djamarah tahun 2006 adalah sebagai berikut :
1.
Hangan
dan antusias
2.
Tantangan
3.
Bervariasi
4.
Keluwesan
5.
Penekanan
6.
Penananman
di siplim diri
B.
Permasalahan Dalam Prinsip Pengelolaan Kelas
Permasalahan dalam prinsip pengelolaan kelas adalah:
1.
Tingkat
penguasaan materi oleh siswa di dalam kelas
2.
Fasilitas
yang diperlukan
3.
Kondisi
siswa
4.
Teknik
mengajar guru
C.
Kebijakan Tentang Prinsip Manajemen Kelas
Kebijakan tentang
prinsip manajemen kelas adalah:
1.
Mengidentifikasi
masalah
2.
Mengenalisis
masalah
3.
Menilai
alternatif-alternatif pemecahan
4.
Mendapatkan
balikan
MASALAH DALAM KELAS DAN UPAYA
PEMECAHANNYA
A. Kebijakan
Penangan Masalah Dalam Kelas
Kebijakan
penangan masalah di dalam kelas sebagai berikut:
1.
Melakukan
pendekatan terhadap siswa
2.
Pencarian
data tentang masalah
3.
Melakukan
konsultasi secara pribadi
B. Macam-macam
permasalahan dalam manajemen kelas
Macam-macam permasalahan dalam manajemen kelas adalah:
1.
Masalah
perorangan
Penggolongan masalah individual ini didasarkan atas anggapan
dasar bahwa tingkah laku manusia itu mengarah pada pencapaian suatu tujuan.
Setiap individu memiliki kebutuhan dasar untuk memiliki dan untuk merasa
dirinya berguna. Jika seorang individu gagal mengembangkan rasa memiliki dan
rasa dirinya berharga maka dia akan bertingkah laku menyimpang. Ada empat jenis
penyimpangan tingkah laku, yaitu tingkah laku menarik perhatian orang lain,
mencari kekuasaan, menuntut balas dan memperlihatkan ketidakmampuan. Keempat
tingkah laku ini diurutkan makin lama makin berat. Misalnya, seorang anak yang
gagal menarik perhatian orang lain boleh jadi menjadi anak yang mengejar
kekuasaan.
2.
Masalah
kelompok
Dikenal adanya tujuh masalah
kelompok dalam kaitannya dengan pengelolaan kelas:
a.
Kurangnya
kekompakan
Kurangnya kekompakan kelompok
ditandai dengan adanya kekurang-cocokkan (konflik) diantara para anggota
kelompok
b.
Kekurangmampuan
mengikuti peraturan kelompok
Jika suasana kelas menunjukkan bahwa
siswa-siswa tidak mematuhi aturan-aturan kelas yang telah ditetapkan, maka
masalah yang kedua muncul, yaitu kekurang-mampuan mengikuti peraturan kelompok
c.
Reaksi
negatif terhadap sesama anggota kelompok
d.
Penerimaan kelas
(kelompok) atas tingkah laku yang menyimpang
e.
Kegiatan anggota atau
kelompok yang menyimpang dari ketentuan yang telah ditetapkan, berhenti
melakukan kegiatan atau hanya meniru-niru kegiatan orang (anggota) lainnya saja
f.
Ketiadaan semangat,
tidak mau bekerja, dan tingkah laku agresif atau protes.
g.
Ketidakmampuan
menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan
C. Solusi
Dalam Mengatasi Permassalahan Dalam Manajemen Kelas
Solusi dalam
mengatasi permassalahan dalam manajemen kelas adalah:
1. Mengenal secara tepat berbagai masalah pengelolaan kelas
baik yang bersifat perorangan maupun kelompok.
2.
Memahami
pendekatan yang cocok dan yang kurang cocok untuk jenis masalah tertentu.
3.
Memilih
dan menetapkan pendekatan yang paling tepat untuk memecahkan masalah tersebut.
Dari diskusi yang kami lakukan setiap pertanyaan selalu
di beri penguatan oleh dosen pengampu, dosen pengampu menjelaskan apa yang
tidak kami mengerti. Diskusi yang kami lakukan berjalan dengan lancar.
Didalam diskusi pemakalah menyampaikan hasil diskusinya
setelah itu moderator meminta audien menambahkan beberapa materi jika masih ada
yang kurang, setelah itu adanya tanya jawab antara anggota persentasi dengan
audien.
Di akhir pembelajaran beberapa mahasiswa menyimpulkan hasil diskusi yang telah kami
lakukan.
DAFTAR
PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2009. Pengelolaan Kelas dan Siswa Sebuah Pendekatan Evaluatif. Jakarta :
Rajawali Pres.
Djamarah, Syaiful Bahri. 2000. Guru dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif. Jakarta: Rineka
Cipta.
Djamarah, Syaiful Bahri dan Zain, Aswan. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta:
Rineka Cipta.
Suhardan, Dadang. 2009. Manajemen Pendidikan. Alfabeta: Bandung.
Bagaimana cara menerapkan kekompakan pada kelompok yang telah dibentuk dalam proses pembelajaran?
BalasHapusLangkah-langkah menerapkan kekompakkan pada kelompok yaitu:
Hapus1. Membangun kepercayaan dan saling menghargai. Dengan kuatnya rasa saling percaya dan daling menghormati maka akan mempermudah bekerjasama dengan sesama dan pemimpin dapat menyiapkan tugas-tugas yang dapat dikerjakan oleh anggota timnya dengan baik
2. Mengatur ekspektasi bersama, hal ini dilakukan untuk mengetahui apa yang akan mereka harapkan dari setiap kegiatan bekerjasama dalam tim.
3. Pemimpin yang dapat memfasilitasi komunikasi diantara anggota tim. Komunikasi yang terbuka, jujur dan saling menghormati.
4. Menanamkan sikap saling memiliki dalam kelompok
5. Melihat sisi positif dari perbedaan pendapat
6. Pengkajian performa tum dan umpan balik
Mantul
BalasHapusPendekatan apa yang digunakan guru dalam mengajar?
BalasHapusDalam kamus besar bahasa indonesia pendekatan adalah proses cara perbuatan mendekati. Sedangkan guru adalah orang yang pekerjaannya (profrsi) mengajar.
HapusDapat disimpulkan pendekatan guru adalah proses cara atau perbuatan mendekati yang dilakukan seorang guru kepada peserta didik untuk menciptakan proses pembelajaran yang efektif dan efesien dalam mengajar guru harus pandai menggunakan pendekatan secara arif dan bijaksana pandangan guru terhadap peserta didik akan membantu sikap dan perbuatan.
Jadi pendekatan yang digunakan guru dalam mengajar haruslah sesuai dengan materi yang diajarkan guru tersebut.
Contohnya saja ada beberapa pendekatan antara lain:
1. Pendekatan kompetensi yang harus di miliki oleh semua guru
2.keterampilan proses
3.pendekatan lingkungan
Pendekatan pendekatan tersebut harus sesuai dengan materi pembelajaran, restu strategi pembelajaran dan tujuan pembelajaran.
Bagus kak
BalasHapus