Rabu, 31 Juli 2019

Manajemen Pembelajaran


TUGAS
Manajemen Kelas Ke SD-an
Tentang
Manajem Pembelajaran
Restu Kurnia Illahi
1620239
7 F

Dosen Pengampu:
Yessi Rifmasari, M.Pd

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
 SEKOLAH  TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN ADZKIA PADANG
2019

MANAJEMEN PEMBELAJARAN
A.    KONSEP MANAJEMEN PEMBELAJARAN
Pembelajaran merupakan kegiatan yang di dalam pelaksanaannya melibatkan guru dan siswa. Menurut Ambarita (2006:72) manajemen pembelajaran adalah kemampuan guru  (manajer) dalam memdaya gunakan sumber daya ynag ada, melalui kegiatan pemciptaan dan mengembangkan kerja sama, sehingga di antara mereka tercipta pembelajaran untuk memcapai tujuan pendidikan di kelas secra efektif dan efisien.
Pada dasarnya, manajemen pembelajaran merupakan pengaturan semua kegiatan pembelajaran, baik kegiatan pembelajaran yang dikategorikan dalam kurikulum inti maupun penunjang, berdasarkan kurikulum yang telah ditetapkan sebelumnya; oleh Kementrian Pendidikan Nasional atau Kementrian Agama.
Menurut Ibrahim Bafadhal, manajemen pembelajaran adalah segala usaha pengaturan proses belajar mengajar dalam rangka tercapainya proses belajar mengajar yang efektif dan efisien. Manajemen program pembelajaran sering disebut dengan manajemen kurikulum dan pembelajaran
Ajat Rukajat (2018: 5) konsep manajemen pembelajaran dalam arti luas berisi proses kegiatan mengelola bagaimana membelajarkan si pembelajar dengan kegiatan  yang di mulai dari perencanaa, pengorganisasian, pengaruh atau pengadilan dan penilaian.
Sedangkan konsep manajemen pemebelajaran dalam arti sempit diartikan sebagai kegiatan yang perlu di kelola oleh guru selama terjadinya proses interaksinya dengan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran.
Jadi manajemen pembelajaran merupakan krgiatan mengelola proses pembelajaran, sehingga manajemen pembelajaran merupakan salah satu bagaian dari serangkaian kegiatan dalam manajemen pendidikan.

B.     TUJUAN MANAJEMEN PEMBELAJARAN
Tujuan manajemen pendidikan erat sekali dengan tujuan pendidikan secara umum, karena manajemen pndidikan pada hakikatnya merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan secara optimal.
Tujuan pokok mempelajari menajemen pembelejaran adalah untukk memperoleh cara teknik dan metode yang sebaik-baiknya di lakukan, sehingga sumber-sumber yang sangat terbatas seperti tenaga, dana, fasilitas, material maupun spiritual guna mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efesien
Nanang Fattah berpendapat bahwa: Tujuan ini tidak tunggal bahkan jamak atau rangkap, seperti peningkatan mutu pendidikan/lulusanya, keuntungan/profit yang tinggi, pemenuhan kesempatan kerja membangun daera/nasional, tanggung jawab sosial. Tujuan-tujuan ini ditentukan berdasarkan penataan dan pengkajian terhadap situasi dan kondisi organisasi, seperti kekuatan dan kelemahan, peluang dan ancaman.
Secara rinci tujuan manajemen pendidikan antara lain:
1.      Terwujudnya suasana belajar dan proses pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAIKEM).
2.      Terciptanya peserta didik yang aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, keterampilan yang di perlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara.
3.      Tercapainya tujuan pendidikan secara efektif dan efesien.
4.      Terbaliknya tenaga pendidik denganteori tentang proses dan tugas administrasi pendidikan.
5.      Teratasinya masalah mutu pendidikan.

C.    KEBIJKAN TENTANG MANAJEMEN PEMBELAJARAN
Pembelajaran sebagai suatu proses kegiatan, terdiri atas tiga fase atau tahapan. Fase-fase proses pembelajaran yang dimaksud meliputi: tahap perencanaan, tahap pelaksanan, dan tahap evaluasi. Adapun dari ketiganya ini akan dibahas sebagaimana berikut:
a.       Perencanaan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran yang baik senantiasa berawal dari rencana yang matang. Perencanaan yang matang akan menunjukkan hasil yang optimal dalam pembelajaran.
Perencanaan pembelajaran, yang direncanakan harus sesuai dengan target pendidikan. Guru sebagai subjek dalam membuat perencanaan pembelajaran harus dapat menyusun berbagai program pengajaran sesuai pendekatan dan metode yang akan digunakan.
b.      Pelaksanaan pembelajaran
Tahap ini merupakan tahap implementasi atau tahap penerapan atas desain perencanaan yang telah dibuat guru sesuai dengan silabus. Sebelum memahami tentang bagaimana melaksanakan pengajaran yang sesuai dengan silabus.
Silabus menurut salim yang dikutip oleh Abdul Majid dalam buku Perencanaan Pembelajaran bahwa silabus dapat di definisikan sebagai “Garis besar, ringkasan, ikhtisar, atau pokok-pokok isi atau materi pelajaran”.
c.       Sistem evaluasi pembelajaran
Menurut Hamalik yang dikutip oleh Mulyasa bahwa evaluasi itu adalah keseluruhan kegiatan pengukuran (pengumpulan data dan informasi), pengolaan, penafsiran, dan pertimbangan untuk membuat keputusan tentang tingkat hasil belajar yang dicapai peserta didik setelah melakukan kegiatan belajar dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
Tujuan evaluasi bagi guru dapat mengetahui keberhasilan pencapaina tujuan,penguasaan siswa terhadapa pembelajaran, atau efektifitas metode mengajar.
Tujuan evaluasi atau penilaian diantaranya untuk dapat menentukan dengan pasti kelompok mana seorang siswa harus di tempatkan. Sekelompok siswa yang mempunyai hasil penilaian yang sama, akan berada dalam kelompok yang sama dalam belajar.

D.    PERAN GURU DALAM MANAJEMEN KELAS
Menurut Jihad Sebagai pengajar guru di tuntut mempunyai kewenangan dalam mengajar berdasarkan kualitasnya sebagai tenaga pengajar. Sebagai tenaga pengajar, setiap guru harus memiliki kemampuan profesional dalam bidang pembelajaran. Dengan kemampuan tersebut guru dapat melaksanakan perannya sebagai berikut:
1.      Fasilitator yang yang menyediakan kemudahan-kemudahan bagi siswa dalam proses belajar-mengajar.
2.      Pembimbing yang membantu siswa mengatasi kesulitan pada proses belajar-mengajar
3.      Penyedia lingkungan yang berupaya menciptakan lingkungan belajar yang menantang bagi siswa agar mereka melakukan kegiatan belajar dengan semangat.
4.      Model yang mampu memberikan contoh yang baik kepada siswa agar beperilaku sesuai dengan norma yang berlaku di dunia pendidikan.
5.      Motivator yang turut menyebar luaskan usaha-usaha pembaruan kepada masyarakat khususnya kepada subjek didik khususnya siswa.
6.      Agar perkembangan kognitif yang menyebar luaskan ilmu dan teknologi kepada siswa dan masyarakat.
7.      Manajer yang memimpin kelompok siswa dalam kelas sehingga berhasil proses belajar mengajar tercapai.

E.     KODE ETIK GURU
1.      Guru berbakti membimbing peserta didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangunan dan berjiwa Pancasila.
2.      Guru memiliki kejujuran profesional dalam menerapkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan peserta didik masing-masing.
3.      Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan, tetapi menghindarkan diri dari segala bentuk penyalahgunaan.
4.      Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua murid sebaik-baiknya bagi kepentingan peserta didik.
5.      Guru memelihara hubungan dengan masyarakat di sekitar sekolahnya maupun masyarakat yang luas untuk kepentingan pendidikan.
6.      Guru secara pribadi dan bersama-sama berusaha mengembangkan dan meningkatkan mutu profesinya.
7.      Guru menciptakan dan memelihara hubungan antar sesama guru baik berdasarkan lingkungan maupun di dalam hubungan keseluruhan.
8.      Guru secara bersama-sama memelihara, membina dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdiannya.
9.      Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan.



DAFTAR PUSTAKA
Husaini Usman.2006. Manajemen Teori, Praktik, dan Riset Pendidika. Jakarta: Bumi Aksara.
Jihad Asep, Suyanto.2013 . Menjadi Guru profesional. Jakarta.
Nanang Fattah.2004. Landasan Manajemen Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Rukajat Ajat. 2018. Manajemen Pembelajaran. Yogyakarta: Deephublis.
Suharsimi Arikunto. 2002.  Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. 
Undang-Undang Sisten Pendidikan Nasional No.20 Tahun. 2003. Bandung: Citra Umbara.


26 komentar:

  1. artikel yang saudara buat sangat bermanfaat bagi saya sebagai pembaca.saya dapat mengetahui bagaimana cara memanajemen kelas saya

    BalasHapus
  2. Artikelnya bagus dan sangat membantu

    BalasHapus
  3. Blog ini sangat bermanfaat
    Terimakasih admin telah memberikan informasi tentang manajemen pembelajaran.

    BalasHapus
  4. terima kasih ilmu nya.postinga saudara bagus dan sangat membantu

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah..makasih atas komentar positifnya

      Hapus
    2. Terima kasih..semoga kita dapat mengaplikasikannya

      Hapus
  5. Terimakasih karya nya sangat bermanfaat bagi pembaca

    BalasHapus
  6. Mantap sekali... Hebaat yah kkakkk πŸ’ͺπŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘

    BalasHapus
  7. NiceπŸ‘, sangat bermanfaat

    BalasHapus
  8. Sangat bagus, dan bermanfaatπŸ‘πŸ‘

    BalasHapus
  9. Artikelnya sangat bagus dan membantu sekali dalam mempelajari tentang manajemen pembelajaran

    BalasHapus
  10. Sangat bermanfaat bagi guru dalam mengajar kakK

    BalasHapus