TUGAS
Manajemen Kelas Ke SD-an
Tentang
PRINSIP
BELAJAR MENGAJAR DAN
KETERAMPILAN
DALAM MENGAJAR

Restu Kurnia Illahi
1620239
7 F
Dosen
Pengampu:
Yessi Rifmasari, M.Pd
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH
TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN ADZKIA PADANG
2019
PRINSIP BELAJAR MENGAJAR DAN
KETERAMPILAN DALAM MENGAJAR
A. BELAJARA
DAN MENGAJAR
1.
Pengertian
Belajar
Menurut
Skinner, seperti dikutip Barlow (1985) dalam bukunya Educational Psychology: The Teaching-Learning Process, berpendapat bahwa belajar adalah suatu proses
adaptasi atau penyesuaian
tingkah laku yang berlangsung
secara progresif. Pendapat ini diungkapkan dalam pernyataan
ringkasnya, bahwa belajar adalah a
process of progressive behavior
adaptation.
Chaplin
dalam Dictionary of Pshycology membatasi belajar dengan dua macam rumusan. Rumusan pertama
berbunyi acquisition of any relatively permanent change in
behavior as a result of practice and experience.
Belajar adalah perolehan perubahan tingkah laku yang relative menetap sebagai akibat latihan dan
pengalaman. Rumusan keduanya Process of acquiring responses as a result of special
practice, belajar ialah proses memperoleh respons-respons sebagai
akibat adanyan latihan khusus.
Menurut
Oemar Hamalik, “Belajar adalah modifikasi atau memperteguh
kelakuan melalui pengalaman (Learning is defined as the modification or strengthening of
behaviour through experiencing)”. Yang berarti bahwa, belajar merupakan suatu
proses suatu kegiatan dan bukan suatu hasil
atau tujuan. Belajar bukan hanya mengingat, akan tetapi lebih luas dari itu, yakni mengalami. Hasil belajar
bukan suatu penguasaan hasil latihan melainkan
pengubahan kelakuan.
Reber
dalam kamus susunannya yang tergolong modern, Dictionary of Psychology membatasi
belajar dengan dua macam definisi. Pertama, belajar adalah The process of acquiring
knowledge, yakni proses memperoleh pengetahuan.
Kedua,
belajar
adalah A relatively permanent change in respons potentiality which occurs as a
result of reinfoerced practice, yaitu suatu perubahan kemampuan bereaksi yang
relatif langgeng sebagai hasil latihan yang
diperkuat. Dalam definisi ini terdapat empat macam istilah yang esensial dan perlu disoroti untuk memahami
proses belajar.
a.
Relatively permanent, yang
secara umum menetap.
b. Response
potentiality, kemampuan bereaksi.
c. Reinforcel,
yang
diperkuat.
d. Practise,
praktik
atau latihan.
Dari
beberapa pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan tingkah
laku yang terjadi melalui pengalaman dan
latihan. Tingkah laku yang mengalami perubahan tersebut menyangkut perubahan sikap, pemecahan suatu
masalah, keterampilan, kecakapan dan kebiasaan.
2.
Pengertian
Mengajar
Mengajar berarti partisipasi dengan pelajar dalam
membentuk pengetahuan, membuat makna, mencari
kejelasan, bersikap kritis, dan mengadakan justifikasi. Jadi, mengajar adalah suatu bentuk belajar sendiri.
Menurut Oemar
Hamalik, mengajar memiliki beberapa definisi penting,
diantaranya :
a. Mengajar
ialah menyampaikan pengetahuan kepada siswa didik atau murid di sekolah.
b. Mengajar
adalah mewariskan kebudayaan kepada generasi muda melalui lembaga pendidikan sekolah.
c. Mengajar
adalah usaha mengorganisasikan lingkungan sehingga menciptakan kondisi belajar bagi siswa.
d. Mengajar
atau mendidik itu adalah memberikan bimbingan belajar kepada murid.
e. Mengajar
adalah kegiatan mempersiapkan siswa untuk menjadi warga Negara yang baik sesuai dengan tuntutan
masyarakat.
f. Mengajar
adalah suatu proses membantu siswa menghadapi kehidupan masyarakat sehari-hari.
Dari
beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa, “ Mengajar adalah menyampaikan pengetahuan kepada
siswa guna membantu siswa menghadapi
masalah yang terdapat pada kehidupan sehari-hari. Dalam
hal ini sebenarnya siswa dapat belajar sendiri tanpa adanya guru pengajar, namun seringkali siswa
mengalami kesulitan dalam memahami isi
buku tersebut dan memecahkan permasalahan terutama untuk pelajaran matematika. Oleh sebab itu peranan guru
dalam proses belajar mengajar itu sangat
penting.
B.
PRINSIP BELAJAR MENGAJAR
Prinsip-prinsip
yang dimaksud adalah: perhatian dan motivasi,
keaktifan, keterlibatan langsung, pengulangan, tantangan serta perbedaan individu. Lebih jelasnya
diuraikan sebagai berikut:
1.
Perhatian dan motivasi
Gage dan
Berliner mendefinisikan motivasi
adalah tenaga yang menggerakkan dan mengarahkan aktivitas seseorang. Motivasi dapat dibandingkan
dengan mesin dan kemudi pada mobil.
Jadi motivasi merupakan suatu tenaga yang menggerakkan dan mengarahkan aktivitas seseorang. Dengan
demikian motivasi dapat dibandingkan
dengan sebuah mesin dan kemudi pada mobil.
Motivasi mempunyai kaitan yang erat dengan minat,
peserta didik yang memiliki minat
terhadap sesuatu bidang studi tertentu cenderung tertarik perhatiannya dan timbul motivasinya
untuk mempelajari bidang studi tersebut.
2.
Keaktifan
Belajar
merupakan tindakan dan perilaku peserta didik yang kompleks. Kompleksitas belajar tersebut
dapat dipandang dari dua subyek,
yaitu dari peserta didik dan pendidik. Dari segi pesera didik, belajar dialami sebagai suatu proses,
mereka mengalami proses mental dalam
menghadapi bahan ajar. Dari segi pendidik proses pembelajaran tersebut tampak sebagai perilaku belajar
tentang sesuatu hal. Kecenderungan
psikologi dewasa ini menganggap bahwa anak adalah mahluk
yang aktif.
Dimiyati dan
Mudjiono mengatakan bahwa ”belajar hanya dialami
oleh peserta didik sendiri, peserta
didik adalah penentu terjadinya atau tidak terjadi proses belajar.Hal ini menunjukkan bahwa belajar
tidak bisa dipaksakan oleh
orang lain dan juga tidak bisa dilimpahkan kepada orang lain. Belajar hanya mungkin terjadi apabila
anak aktif mengalami sendiri.
3.
Keterlibatan Langsung/Berpengalaman
Dalam
diri peserta didik terdapat banyak kemungkinan dan potensi yang akan berkembang. Potensi
yang dimiliki peserta didik berkembang
ke arah tujuan yang baik dan optimal, jika diarahkan dan punya kesempatan untuk mengalaminya
sendiri.
Edgar
Dale dalam Oemar Hamalik
mengemukakan bahwa belajar yang paling baik adalah belajar melalui pengalaman langsung.7
Dale mengadakan klasifikasi pengalaman
menurut tingkat yang paling kongkrit ke yang paling abstrak yang dikenal dengan kerucut
pengalaman (cone of experience). Teori
yang dikemukakan oleh Adgar Dale tersebut menunjukkan bahwa keterlibatan langsung/pengalaman setiap
peserta didik itu bertingkattingkat, mulai
dari yang abstrak ke yang kongkrit. Dalam proses pembelajaran membutuhkan
keterlibatan langsung peserta
didik. Namun demikian, keterlibatan langsung secara fisik tidak menjamin keaktifan belajar.
Untuk dapat melibatkan peserta didik
secara fisik, mental, emosional dan intelektual, maka pendidik hendaknya merancang pembelajarannya
secara sistimatis, melaksanakan kegiatan
pembelajaran dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik dan karakteristik mata pelajaran.
4.
Pengulangan
Pengulangan
dalam kaitannya dengan pembelajaran adalah suatu
tindakan atau perbuatan berupa latihan berulangkali yang dilakukan peserta didik yang bertujuan
untuk lebih memantapkan hasilpembelajarannya. Pemantapan diartikan sebagai
usaha perbaikan dan sebagai
usaha perluasan yang dilakukan melalui pengulangan– pengulangan.
Adanya
pengulangan terhadap materi pelajaran yang diberikan
mempermudah penguasaan dan dapat meningkatkan kemampuannya. Salah satu teori pembelajaran yang
menekankan perlunya pengulangan
adalah teori psikologi asosiasi atau koneksionisme dengan tokohnya yang terkenal Thorndike
mengemukakan ada tiga prinsip atau hukum
dalam belajar yaitu:
a.
Law of readines, belajar akan berhasil
apabila individu memiliki kesiapan
untuk melakukan perbuatan tersebut.
b. Law
of exercise, belajar akan berhasil apabila banyak latihan dan ulangan.
c.
Law of effect, yaitu belajar akan
bersemangat apabila mengetahuai dan
mendapatkan hasil yang baik.
5.
Tantangan
Apabila pendidik
menginginkan peserta didiknya berkembang dan
selalu berusaha mencapai tujuan, maka pendidik harus memberikan tantangan dalam kegiatan pembelajaran.
Tantangan dalam kegiatan pembelajaran
dapat diwujudkan melalui bentuk kegiatan, bahan, dan alat pembelajaran yang dipilih untuk
kegiatan tersebut. Kurt Lewin dengan
teori Medan (Field Theory), mengemukakan bahwa peserta didik dalam situasi belajar berada dalam
suatu medan atau lapangan psikologis.
Dalam situasi belajar peserta didik menghadapi suatu tujuan yang ingin dicapai, tetapi selalu
mendapat hambatan yaitu mempelajari
bahan ajar, maka timbullah motif untuk mengatasi hambatan
itu dengan mempelajari bahan ajar tersebut.
6.
Perbedaan Individual
Pada dasarnya
tiap individu merupakan satu kesatuan, yang berbeda
antara satu dengan yang lainnya. Tidak ada yang sama baik dari aspek fisik maupun psikis. Dimiyati
dan Mudiyono berpendapat bahwa
“peserta didik merupakan individu yang unik, artinya tidak ada dua orang peserta didik yang sama persis,
tiap peserta didik memiliki perbedaan
satu sama lain. Perbedaan itu terdapat pula pada karakteristik
psikis, kepribadian dan sifat-sifatnya.
Oemar Hamalik
mengemukakan bahwa perbedaan individu manusia,
dapat dilihat dari dua sisi yakni horizontal dan vertikal. Perbedaan horizontal adalah perbedaan
individu dalam aspek mental, seperti
tingkat kecerdasan, bakat, minat, ingatan, emosi dan sebagainya. Sedang perbedaan vertikal
adalah perbedaan individu dalam aspek
jasmaniah seperti bentuk badan, tinggi dan besarnya badan, tenaga dan sebagainya.15 Masing-masing
aspek tersebut besar pengaruhnya
terhadap kegiatan dan keberhasilan pembelajaran yang dilakukan.
Para ahli didik mengklasifikasi
tipe belajar peserta didik atas 4 macam yaitu:
a.
Tipe auditif, yaitu peserta didik yang mudah
menerima pelajaran melalui
pendengaran.
b.
Tipe visual, yaitu yang mudah menerima
pelajaran melalui penglihatan.
c.
Tipe motorik, yaitu yang mudah menerima
pelajaran melalui gerakan.
d.
Tipe campuran yaitu peserta didik yang
mudah menerima pelajaran melalui
penglihatan dan pendengaran.
Mengetahui
perbedaan individu dalam belajar, memudahkan bagi pendidik dalam menentukan media
yang akan digunakan, hal tersebut
sangat urgen dalam pencapaian hasil pembelajaran yang optimal.
C.
KETERAMPILAN-KETERAMPILAN MENGAJAR DAN TUJUAN
KETERAMPILAN MENGAJAR
Urutan Penyajian dilakukan sesuai hasil penelitian
Turney yaitu:
1. Keterampilan
Bertanya
Keterampilan
bertanya sangat perlu dikuasai guru untuk menciptakan pembelajaran yang efektif
dan menyenangkan, karena hampir dalam setiap tahap pembelajaran guru dituntut
untuk mengajukan pertanyaan, dan kualitas pertanyaan yang diajukan guru akan
menentukan kualitas jawaban siswa. Brown menyatakan bahwa bertanya adalah
setiap pernyataan yang mengkaji atau menciptakan ilmu pada diri siswa.29 Cara
untuk mengajukan pertanyaan yang berpengaruh positif bagi kegiatan belajar
siswa merupakan suatu hal yang tidak mudah. Oleh sebab itu seorang guru
hendaknya berusaha agar memahami dan menguasai penggunaan keterampilan dasar
mengajar guru dalam bertanya.
Pada
dasarnya pertanyaan yang diajukan merupakan suatu proses pemberian stimulus
secara verbal dengan maksud untuk menciptakan terjadinya proses intelektual
pada siswa, dengan memperhatikan respon atas pertanyaan tersebut.30 Sehingga
para ahli percaya bahwa pertanyaan yang baik memiliki dampak yang positif
terhadap siswa, di antaranya:
a. Bisa
meningkatkan pertisipasi siswa secara penuh dalam proses pembelajaran.
b. Dapat
meningkatkan kemampuan berpikir siswa, sebab berpikir itu sendiri pada
hakikatnya bertanya.
Komponen
keterampilan bertanya yang perlu dikuasi guru meliputi keterampilan bertanya
dasar dan keterampilan bertanya lanjutan.
1.
Komponen keterampilan bertanya dasar
mencakup:
a.
Penggunaan pertanyaan yang jelas dan
singkat dengan menggunakan kata-kata yang mudah dimengerti dan sesuai taraf
perkembangannya.
b.
Pemberian acuan, berupa pernyataan yang
berisi informasi yang relevan dengan jawaban yang diharapkan dari siswa.
c.
Pemindahan giliran dan menyebar
pertanyaan, untuk melibatkan seluruh siswa semaksimal mungkin agar tercipta
iklim pembelajaran yang menyenangkan.
d.
Pemberian waktu berpikir pada siswa.
e.
Pemberian tuntunan, guru hendaknya
memberikan tuntunan agar murid dapat menjawab sendiri ketika terdapat kesalahan
dalam menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh guru.
2. Keterampilan
Memberikan Penguatan
Penguatan
adalah respon terhadap suatu tingkah laku yang dapat meningkatkan kemungkinan
berulangnya kembali tingkah laku tersebut. Respon
positif yang dilakukan guru atas perilaku positif yang dicapai anak dalam
proses pembelajaran disebut juga dengan penguatan.
a.
Penguatan Verbal.
Penguatan verbal adalah penguatan yang
diungkapkan dengan kata-kata, baik kata-kata pujian, dukungan, dan penghargaan
atau kata-kata koreksi.39Melalui kata-kata itu siswa akan merasa tersanjung dan
berbesar hati sehingga ia akan merasa puas dan terdorong untuk lebih aktif
belajar. Misalnya: pintar sekali, bagus, betul, tepat sekali, dan lain-lain.
b.
Penguatan Nonverbal.
Penguatan nonverbal adalah penguatan
yang diungkapkan melalui bahasa isyarat. Penguatan
dapat dilakukan kepada pribadi tertentu, kepada kelompok tertentu, dan kepada
kelas secara keseluruhan. Dalam pelaksanaannya penguatan harus dilakukan dengan
segera, dan bervariasi.43 Sehubungan dengan ini, ada beberapa hal yang harus
diperhatikan saat memberikan penguatan, sebagai berikut:
a. Penguatan
harus diberikan dengan sungguh-sungguh, penuh ketulusan;
b. Penguatan
yang diberikan harus memiliki makna yang sesuai dengan kompetansi yang diberi
penguatan;
c. Hindarkan
respon negatif terhadap jawaban peserta didik;
d. Penguatan
harus dilakuakan segera setelah suatu kompetensi ditampilkan;
e.
Penguatan yang diberikan hendaknya
bervariasi.
3.
Keterampilan Menggunakan Variasi
Variasi
dalam kegiatan pembelajaran dimaksudkan adalah perubahan-perubahan kegiatan pengajar dalam konteks interaksi
pembelajaran, yang meliputi gaya mengajar, penggunaan media pembelajaran, pola
interaksidengan peserta didik. dan siimulasi.
Tujuan mengadakan variasi bertujuan untuk:
a.
Mengatasi
kebosanan peserta didik sehjngga dalam proses pembelajaran peserta didik senantiasa menunjukkan ketekunan,
antusiasme,serta penuh partisipasi
b.
Menjadikan
proses pembelajaran lebih hidupdan tebih bermakna
c.
meningkatkan
perhatian peserta didik terhadap materi yang dipelajari serta kompetensi yang harus dikuasai.
d.
Memotivasi
peserta didik aktif dalam
pembelajaran
4.
Keterampilan
Membuka
dan Menutup
Pembelajaran
Kegiatan membuka pembelaiaran didefinisikan sebagaialat atau proses yang memasukkan peserta didik ke dalam
keadaan penuh perhatian dan belajar (Brown' 1991: 98). Dengan demikian secara teknis, kegiatan
membuka pembelaiaran diartikan sebagai aktivitas pengajar
untuk menciptakan suasana siap rnental dan menimbulkan perhatian
peserta didik agar tepusat
kepada apa yang akan dipelajari.
Sedangkan
kegiatan menutup pembelajarandapat dideflnisikan sebagai penqarahan perhatian peserta didik ke pada
penyelesaian tugas tertentu atau urutan kegiatan pembelaiaran.secara
teknis kegiatan membuka pembelajaran dimaksudkan adalah kegiatan yang dilakukan pengajar unluk
mengakhiri kegiatan pembelajaran.
Tujuan Membuka Pembelaiaran betujuan untuk:
a.
Memusatkan
perhatian dan membangkitkan motivasi peserta didik terhadap tugas-tugas yang harus dilakukan.
b.
Menginformasikan
cakupan materi yang akan dipelajari dan batas-batas tugas yang akan dikerjakan peserta didik
Tujuan menutup pembelajaran:
a. Untuk
mengetahui tingkat keberhasilan peserta didik dajampencapaiakompetensi.
b. Untuk
mengetahui tingkat keberhasilan pengajar dalam melaksanakan kegiatar pembelaiaran.
c. Membuat rantai kompetensi antam
kompetensi yang sekarang sedang dipelajari dan kompetensi serta materi pada kegiatan yang akan datang.
d. Menjelaskan
hubungan antara pengalaman belajar yang telah dialami dengan pengalaman baru yang akan dialami dipelajari pada kegiatan yang akan datang
Komponen Membuka pembelajaran
1. Menarik
perhatian peserta didik.
2. Membangkitkan
motivasi peserta
didik.
3. Memberi acuan.
4.
Melakukan apersepsi(apperception)
5. Keterampilan
Menjelaskan
Menjelaskan
dimaksudkan adalah memberikan pengertian kepada orang lain(Brown, 1991: 111) Oleh karenaya keterampilan
menjelaskan dapat diartikan sebagai keterampilan
memberikan pengertian berupa penyajian informasi lisan yang diorganisasi secara sistematis kepada pese(a didik,
sehingga informasi atau pesan-pesan pembelajaran
baik berupa fakta, konsep, prinsip, ataLlpun prosedurdapat dipahami oleh peserta didik dengan baik.
6. Keterampilan
Menggunakan Media dan Alat Pembelajaran
Media dan alat pembelajaran yang diperlukan
dalam proses pembelajaran agar peserta didik
cepat dan mudah menangkap materi pembelajaran. Media pembelajaran itu merupakan wahana
penyalur pesan atau informasi belajar.
Batasan
tersebut terungkap antara
lain dari
pendapat-pendapat
para ahli seperti Witbur Schramm (1971), Gagne dan B ggs
(1970). Dari pendapat ketiga ahli tersebut dapat disimpulkan:
a. Media merupakan wadah dari pesan yang oleh sumber atau
penyalurnya ingjn diteruskan kepada sasaran atau
penerima pesan.
b. Bahwa tujuan yang ingin dicapai adalah
terjadinya proses belajar.Sedangkan
alat adalah instrument yang dunakan Llntuk menggunakan media.
7. Keterampilan
Membimbing Diskusi
Diskusi
dapat dipandang sebagai suatu perbincangan dengan tujuan tertentu (Brown.
:135). Diskusi merupakan proses interaksi verbal secara teraiur yang merupakan sekelompok orang dalam
interaksitatap muka yang informal.
Keterampilan
membimbing diskusi
kelompok bertujuan agar:
a.
Proses
diskusi kelompok yang dilakukan oleh peserta didik dapat mencapai hasil yang diharapkan
secara efisien dan efektif.
b.
Proses berbagi pengalaman atau informasi,
mengkonsiruksi konsep, keputusan,
atau memecahkan masalah dapat berjalan baik.
8.
Keterampilan Memberikan Penilaian
Penilaian
merupakan usaha sistematjs yang dilakukan untuk menentukan kualifikasl terhadap perencanaan dan pelaksanaan
pembelajaran dan capaian hasil belajar peserta didik
setelah menjalani proses pembelajalan.
Penilaian
memiliki tujuan pokok untuk
menilai hasil
kegiatan pembelajaran yang dicapai peserta
didik.Di samping itu penilaian
juga bertujuan untuk:
a.
Meningkatkan memotivasi belajar peserta
didik.
b.
Memperbaiki perencanaan dan pelaksanaan
pembelajaran.
9. Keterampilan
Mengelola Kelas
Mengelola kelas dapat diartikan
sebagaiupaya menciptakan dan memeljhara kondisi belajar yang optimal terkait dengan proses
pembelajaran. Seadangkanketerampilan mengelola kelas
berarti kemampuan pengajar
menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimai.
Tujuan keterampilan mengelola kelas:
a. Mendorong peserta didik mengembangkan tanggung
jawab individual terhadap perilaku
(behavior)-nya.
b. Membantu peserta didik mengerti arah
perilaku yang sesuai.
c. Menimbulkan
rasa tanggLrng jawab pasa setiap peserta didik dalam tugas dan berperilaku positif.
DAFTAR RUJUKAN
Mohamed Nasr Alshendawi. 2018.
Princliples Of Teaching And Learning (outline Of Health Profession Education). Univercity
Of Gezira.
Sequeira. 2012. Introduction To
Concepts Of Teaching and Learning. National Institute Of Thecnology
Karnata.
Jurnal
Al-Ta’dib Vol.6 No.1. Belajar Mengajar. Diakses 25 juli 2019.
Modul Pekerti
Keterampilan Mengajar. Adobe Acrobat Reader-DC
Landasan Teori . Adobe
Acrobat Reader-DC
Jika saudara menemukan anak yang berkebutuhan khusus dalam belajar, keterampilan apakah yang saudara akan terapkan dalam pembelajaran.
BalasHapusDalam mengajar sesuatu pada anak berkebutuhan khusus adalah penting untuk memilih strategi pengajaran tertentu yang di anggap paling efektif untuk anak tertentu.
Hapus1. Komunikasi
Siawa dalam belajar tidak akan lepas dari komukikasu baik siswa antar siswa, siswa dengan fasilitas belajar, atau pun dengan guru. Kemampuan komunikasi setiap individu akan mempengaruhi proses dan hasil belajar yang bersangkutan dan membentuk kepribadiannya. Konsep ini dapat mencakup keterampilan verbal dan non verbal serta berbagai jenis simbol (gambar)
2. Direct instruction
Instruksi langsung adalah metode pengajaran yang menggunakan pendekatan selangkah-langkah yang terstuktur dengan cermat, dalam instruksi atau perintah. Pelajaran di sampaikan dalam bentuk yang mudah di pelajari sehingga anak mencapai keberhasilan pada setiap tahap pembelajaran. Sintaknya adalah orientasi, persentasi, latihan struktur, latihan terbimbing, refleksi, latihan mandiri dan evaluasi
Artikelnya bagus dan menarik untuk dibaca
BalasHapusTerima kasih..semoga dapat membantu saudara
HapusArtikel nya mudah di pahami dan dapat menambah wawasan untuk kalangan remaja maupun dewasa saat ini
BalasHapusArtikel nya menarik untuk dibaca dan bisa menambah wawasan pengetahuan
BalasHapusNice blog. Saya suka isinya, karana sangat dibutuhkan sekali bagi calon seorang guru .
BalasHapusbagus materinya sangat bermanfaat 👌
BalasHapusWaah, materinya sangat bermanfaat
BalasHapusterimakasih..materinya dapat membantu saya
BalasHapus👍
BalasHapusMantap
BalasHapusBagus
BalasHapus